Berprestasi di Bidang Fisika Bersama YXGK Serpong

Mata pelajaran fisika kerap kali menjadi pelajaran yang dihindari atau bahkan mungkin dibenci oleh kebanyakan pelajar. Kombinasi dari mengerti konsep, menghapal rumus, memahami soal sukses membuat para pelajar menjadi pusing. Oleh karena itu, jumlah anak yang memiliki prestasi yang bagus di bidang fisika dalam satu kelas sangat bisa dihitung jari.

Medali simbol juara Fisika

Medali simbol juara Fisika

Mungkin jika itu terjadi pada era 90-an tidak terlalu bermasalah. Sebab apapun yang kita pelajari, pada akhirnya hanya tiga mata pelajaran keramat yang menentukan nasib kita. Apalagi kalau bukan Matematika dan Bahasa Inggris. Namun ketika Ilmu Pengetahuan Alam kini termasuk mata pelajaran yang di-UN-kan, banyak murid dibuat pusing tujuh keliling.

Terlepas dari semua itu, dibandingkan dengan negar lain ternyata para pelajar Indonesia yang mengikuti lomba fisika cukup banyak. Bahkan di ajang Olimpiade Sains Nasional saja, tercatat diikuti oleh jumlah peserta mencapai 1.280 siswa. Cukup menakjubkan yah, mengingat minat paa pelajar di Indonesia terhadap Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains bisa terbilang minim.

Peserta Olimpiade Sains Nasional Mencapai 1.280 Siswa

Olimpiade Sains Nasional ke-16 menjaring peserta mencapai sekitar 1.280 siswa. Peserta tersebut erdiri dari berbagai jenjang pendidikan dasar, menengah, dan atas baik negeri dan swasta. Peserta didik dari Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, serta Aliyah juga turut berpartisipasi dalam OSN tahun ini. Total ada 11 bidang lomba yaitu Matematika, IPA, IPS, Informatika/Komputer, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Astronomi hingga Ekonomi.

Olimpiade Sains Nasional tahun ini digelar di Tangerang dan sekitarnya

Olimpiade Sains Nasional tahun ini digelar di Tangerang dan sekitarnya

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, OSN tahun ini akan memperebutkan 420 medali yakni 70 medali emas, 140 medali perak, dan 210 medali perunggu. Para juara akan mendapatkan medali, uang pembinaan, dan piagam penghargaan dan akan dinominasikan untuk diikutsertakan pada olimpiade sains tingkat internasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-16 yang dilangsungkan selama seminggu, mulai dari tanggal 2 Juli 2017 hingga 8 Juli 2017. Adapun lokasi lomba fisika ini tersebar di sejumlah tempat di Tangerang dan sekitarnya. Mulai dari BSD, Alam Sutera, Universitas Pamulang dan masih banyak lagi.

Pesan Mendikud Kepada Peserta Olimpiade Fisika

Menurut Muhadjir, penyelenggaraan OSN ini merupakan bagian dari pengembangan bakat dan prestasi siswa di bidang sains atau ilmu pengetahuan. Muhadjir berharap siswa yang berprestasi dalam kompetisi ini bisa memiliki kebanggaan bukan karena mampu mengalahkan lawannya saja. Dia berpesan agar semangat kompetisi ini diniatkan untuk kemajuan bangsa.

Para peserta Olimpiade Sains Internasional

Para peserta Olimpiade Sains Internasional

“Sains atau ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Kompetisi sains seperti OSN, diyakini dapat menguatkan karakter peserta didik. Kerja keras, tekun, teliti, dan jujur menjadi keniscayaan jika ingin menjadi ilmuwan hebat,” kata Muhadjir melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin.

 

 

Seperti yang dilakukan oleh seorang siswa penyandang disabilitas bernama Faizal Husni Sahid. Faizal merupakan seorang putra bangsa kelahiran Bontang, 27 November 1998. Sudah banyak prestasi yang berhasil diraih pemuda asal Bontang tersebut seperti Honourable Award dalam ajang APhO 2017 di Rusia. Beragam prestasi pun ditorehkan selama studinya di SMA Kharisma Bangsa.

Prestasi Faizal antara lain adalah meraih medali perak dalam ajang Indonesia Science and Mathematics Olympiad Challenge (ISMOC) 2016 tingkat SMA. Selain itu, dirinya juga pernah menyabet gelar juara pertama dalam Pekan Rakyat Fisika (PRF) di Universitas Indonesia 2016. Berkat prestasi gemilangnya, Faizal pun telah diterima di Nanyang Technological University (NTU) Singapore pada 17 Maret lalu.

Tak hanya itu, Faizal juga telah diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 13 Juni. Tidak berhenti sampai disitu, Faizal juga diterima di Universitas Indonesia (UI) Jurusan Sistem Informasi Jalur SIMAK dan Jurusan Teknik Elektro Kelas Internasional UI Jalur SIMAK Internasional pada pada 16 Juni dan 19 Juni lalu.

This entry was posted in Fisika and tagged , , , . Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.